Serly Rahmana, Serly (2025) Asuhan Keperawatan Gerontik Pada Ny.S Yang Mengalami Diabetes Melitus Tipe II Dengan Masalah Keperawatan Mobilitas Fisik Di Puskesmas Sei Langkai Kota Batam Tahun 2025. Sarjana thesis, Institut Kesehatan Mitra Bunda.
COVER SERLY RAHMANA.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.
Download (34kB)
ABSTRAK_SERLY RAHMANA.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.
Download (124kB)
BAB I SERLY RAHMANA.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 30 December 2030.
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.
Download (212kB) | Request a copy
BAB II SERLY RAHMANA.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 30 December 2030.
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.
Download (1MB) | Request a copy
BAB III SERLY RAHMANA.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 30 December 2030.
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.
Download (300kB) | Request a copy
BAB IV SERLY RAHMANA.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 30 December 2030.
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.
Download (855kB) | Request a copy
BAB V SERLY RAHMANA.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 30 December 2030.
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.
Download (49kB) | Request a copy
DAPUS SERLY RAHMANA.pdf - Accepted Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.
Download (380kB)
FULL TEKS SERLY RAHMANA D3 KEPERAWATAN.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 30 December 2030.
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial.
Download (12MB) | Request a copy
ABSTRAK
DM tipe II terjadi karena sel ẞ pankreas menghasilkan insulin dalam jumlah sedikit atau mengalami resistensi insulin. Ditandai dengan terjadinya polifagia,polidipsi,poliuria,kelemahan dan keletihan. WHO menyatakan bahwa diabetes akan menjadi salah satu dari 10 besar penyebab kematian di seluruh dunia pada tahun 2022 jumlah penderita Diabetes Melitus pada tahun 2021 sebanyak 19,47 juta jiwa. Tujuan penelitian ini adalah untuk melaksanakan perawatan Diabetes Melitus Tipe II pada lansia dengan masalah gangguan mobilitas fisik di Puskesmas Sei Langkai Kota Batam Tahun 2025. Penelitian ini meliputi penelitian deskriptif dengan desain studi kasus yang dilakukan selama 5 hari dari tanggal 29 Oktober-2 November 2025 dengan metode wawancara dan pemeriksaan fisik sesuai format asuhan keperawatan. Hasil studi didapatkan N:92X/mnt, RR: 21X/menit, suhu: 36,3°C. Diagnosis keperawatan yang muncul yaitu Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan perubahan metabolisme di tandai dengan kesulitan bergerak secara mandiri, intervensi keperawatan pada pasien Ny. S adalah dukungan ambulasi. Tindakan keperawatan dilakukan sesuai perencanaan. Berdasarkan hasil evaluasi keperawatan, menunjukkan bahwa masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik teratasi dengan tujuan kriteria hasil mobilitas fisik meningkat. diharapkan agar keluarga dapat meningkatkan kesehatan mereka setelah diberikan perawatan
| Item Type: | Thesis (Sarjana) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | DM tipe II terjadi karena sel ẞ pankreas menghasilkan insulin dalam jumlah sedikit atau mengalami resistensi insulin. Ditandai dengan terjadinya polifagia,polidipsi,poliuria,kelemahan dan keletihan. WHO menyatakan bahwa diabetes akan menjadi salah satu dari 10 besar penyebab kematian di seluruh dunia pada tahun 2022 jumlah penderita Diabetes Melitus pada tahun 2021 sebanyak 19,47 juta jiwa. Tujuan penelitian ini adalah untuk melaksanakan perawatan Diabetes Melitus Tipe II pada lansia dengan masalah gangguan mobilitas fisik di Puskesmas Sei Langkai Kota Batam Tahun 2025. Penelitian ini meliputi penelitian deskriptif dengan desain studi kasus yang dilakukan selama 5 hari dari tanggal 29 Oktober-2 November 2025 dengan metode wawancara dan pemeriksaan fisik sesuai format asuhan keperawatan. Hasil studi didapatkan N:92X/mnt, RR: 21X/menit, suhu: 36,3°C. Diagnosis keperawatan yang muncul yaitu Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan perubahan metabolisme di tandai dengan kesulitan bergerak secara mandiri, intervensi keperawatan pada pasien Ny. S adalah dukungan ambulasi. Tindakan keperawatan dilakukan sesuai perencanaan. Berdasarkan hasil evaluasi keperawatan, menunjukkan bahwa masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik teratasi dengan tujuan kriteria hasil mobilitas fisik meningkat. diharapkan agar keluarga dapat meningkatkan kesehatan mereka setelah diberikan perawatan |
| Subjects: | 600 – Teknologi (Ilmu Terapan) > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan > 610 Ilmu kedokteran, ilmu pengobatan dan ilmu kesehatan |
| Divisions: | JURUSAN > d3 keperawatan |
| Depositing User: | - Serly Serly Rahmana |
| Date Deposited: | 17 Sep 2026 08:10 |
| Last Modified: | 17 Sep 2026 08:10 |
| URI: | https://eprints.ikmb.ac.id/id/eprint/402 |

